Updated: Mon, 08 Jul 2013 16:50:24 GMT

Kiat Sukses Jokowi Jadi Pengusaha Mebel: Berani Bersaing

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpesan untuk menjadi seorang wirausaha sukses maka harus berani untuk bersaing dengan pengusaha lain.


Kiat Sukses Jokowi Jadi Pengusaha Mebel: Berani Bersaing

Liputan6.com, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpesan untuk menjadi seorang wirausaha sukses maka harus berani untuk bersaing dengan pengusaha lain. Salah satu bukti persaingan yaitu berani menawarkan harga yang kompetitif.

"Kita harus mau berbenturan dengan produk asing, apalagi 2015 sudah Asean Ecconomic Community, mau tak maulah," kata dia saat menghadiri seminar kewirausahaan, di kampus UI, Salemba, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Pria yang akrab disapa Jokowi tersebut mengatakan, agar bisa memberikan harga yang kompetitif, seorang pengusaha harus melakukan efisiensi biaya produksi agar produknya bisa bersaing pesaing.

"Bagaimana mengefisiensikan seluruh biaya yang ada di korporasi, sehingga dikompetisi harga kita ada," ungkapnya.

Dia mencontohkan, saat menjadi pengusaha furniture di Solo, para pengusaha lokal menjual dengan harga yang mahal sehingga kalah dengan produk furniture dari China. Namun saat ini pola tersebut berubah sehingga pengusaha lokal dapat bangkit.

"Saya pernah mengalami tahun 2006. Bisnis kayu mebel 70% ambruk karena tidak kuat bersaing. Tapi sekarang berbeda, harga mereka (kompetitor) jauh lebih tinggi, bagaimana perusahaan tidak terguling. Mereka biaya hidup tinggi, banyak buyer balik lagi ke kita," jelasnya.

Mantan Walikota Solo tersebut menuturkan, selain harga, ketekunan pengusaha pun dibutuhkan untuk mendalami usahanya, pasalnya jika pengusaha tidak tekun maka tidak akan menguasai usaha yang sedang dijalani.

"Kalau sudah masuk, tekuni betul jangan berpindah-pindah, sehingga persoalan belum terkuasai, saya banyak temen yang berpindah-pindah," ungkapnya.

Menurut dia, setiap usaha yang dijalani pasti akan menemukan masalahnya, untuk menghadapi masalah dalam berusaha dibutuhkan ketekunan dengan begitu pengusaha akan menguasai permasalahan.

"Karena setiap perusahaan ada masalahnya, ada problemnya kalau kita tekuni terus, masalahnya semakin kelihatan semakin kita kuasai. Jangan menjauhi masalah keliru, produk apapun diajak saingan harus siap," pungkasnya.

Inovasi

Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada pengusaha untuk terus melakukan inovasi pada produknya. Dengan begitu, produk tersebut akan dilihat beda oleh konsumen.

pengusaha furniture dari Solo tersebut mengaku selalu memproduksi produk yang berbeda dengan pengusaha lain, sehingga produknya memiliki posisi yang berbeda di mata konsumen.

"Mengemas produk kalau yang saya lakukan sama dengan yang lain apa bedanya? Sehingga bangun positioning perlu sekali," katanya.

Dia pun menerapkan strategi bisnisnya ketika melakukan pencalonan Gubenur DKI Jakarta. Dengan pengalamannya berwirausaha selama 20 tahun, dia pun mengemas promosi dirinya berbeda dengan calon Gubernur lain.

"Seperti waktu mau jadi Gubernur, pasang foto besar dengan pangkatnya didestinasi wisata itu tidak benar, malah takut. Harusnya foto tempat wisata," ungkapnya.

Menurut dia, untuk membangun produk agar terkenal dan diterima masyarakat perlu proses. Namun dengan adanya perbedaan dengan produk lain maka akan mudah diterima oleh masyarakat.

"Proses personal brand ada tahapannya, bangun positioning. Itu memang dirancang untunk pembeda dengan yang lain, kalau sama ya bedanya apa?" tuturnya.

Selain itu, cara promosi produk juga akan mempengaruhi daya tarik masyarakat. "Kemudian cara promosikannya seperti apa? Kalau sekarang ini politisi membangun sebuah citra. Harusnya ya bekerja sesuai dengan keinginan masyarakat," pungkasnya. (Pew/Ndw/*)

video ramadan

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft