Tribun News Regional News Feed
Updated: Sat, 05 Oct 2013 20:54:17 GMT | By Tribun News Regional News Feed

Jangan Bungkus Daging Kurban dalam Tas Kresek



agfeed

Laporan Reporter Tribun Jogja, Joko Widiyarso

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno meminta masyarakat hati-hati dan waspada dalam menyalurkan hewan kurban. Disarankan, daging kurban tak dibungkus dalam tas plastik (kresek) warna hitam.

"Jadi kami minta agar nanti jangan membungkus daging kurban dengan tas kresek hitam. Kami sarankan agar pakai tas kresek berwarna jernih atau putih," ujarnya, Jumat (4/10).

Menurutnya, tas kresek hitam tidak higienis karena biasanya merupakan hasil daur ulang. Selain itu, yang lebih membahayakan bagi kesehatan adalah, tas kresek hitam juga mengandung karsinogen.

"Kalau zat karsinogen masuk ke dalam tubuh, bisa menyebabkan kanker. Jadi kami sarankan agar masyarakat tidak memanfaatkannya untuk membungkus daging kurban," jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis enambahkan, masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan tempat penyembelihan hewan kurban. Karena adalah tidak afdol jika berkurban tidak dengan daging yang bersih dan sehat.

Untuk itu, agar mendapatkan daging kurban yang maksimal, ia menyarankan agar sebelum dipotong, sapi atau kambing kurban dipuasakan terlebih dahulu. Dengan dipuasakan, diyakini kualitas daging akan lebih baik jika dibanding dengan tanpa puasa.

"Selain itu, kalau perut hewan penuh saat disembelih, hewan nanti bisa muntah," jelasnya.

Tak hanya itu, sebelum disembelih, sapi harus mendapatkan perlakuan yang baik agar tidak mengalami stres menjelang disembelih. Jadi jangan sampai memperlakukan hewan kurban secara semena-mena sebelum disembelih.

"Caranya bisa ditempatkan di tempat yang nyaman dan teduh. Bukan hanya ditali dan dipanas-panaskan. Intinya jangan sampai hewan kurban stres," katanya.

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman menegaskan bahwa syarat hewan kurban yang dapat dipotong dan diedarkan adalah sehat. Untuk itu, warga dapat menanyakan kesehatan hewan di pos kesehatan hewan terdekat.

"Kalau memang belum sehat, hewan kurban harus disehatkan terlebih dahulu. Jadi hewan yang belum sehat, jangan dipotong dahulu. Harus disehatkan dulu," pintanya.

Menurutnya, hewan yang tidak sehat bisa diketahui secara fisik, yakni mengalami demam, lemas, keluar darah dari telinga dan dubur, dan hidung kering. Selain itu, hewan yang bermasalah biasanya nafsu makannya turun.(*)

Baca Juga:

Ratu Atut Chosiyah Batal Naik Haji

Mertua Akil Mochtar: Badan Saya Bergetar

Kesedihan Istri Akil Mochtar

Pelatih Persib: Bobotoh Dukung yang Sportif

Fabiano Beltrame-Gustavo Lopez Dikabarkan ke Persib Bandung

video ramadan

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft