Tribun News Regional News Feed
Updated: Sat, 05 Oct 2013 05:30:34 GMT | By Tribun News Regional News Feed

Jangan-jangan Pilkada SBD Seperti Gunung Mas dan Lebak



agfeed

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

TRIBUNNNEWS, COM, TAMBOLAKA - Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete ikut mengomentari tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dengan ditangkapnya ketua MK terkait kasus suap Pemilukada (Gunung Mas, Kalimantan Tengah/Kalteng dan Banten, Red) barangkali sengketa Pilkada SBD juga seperti itu. Jangan-jangan SBD juga seperti itu. Tidak dibukanya kotak suara oleh MK menguatkan kecurigaan warga, ada apa sebenarnya," kata Kodi Mete kepada Pos Kupang, Jumat (4/10/2013).

Ia punya pengalaman berurusan di MK terkait perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) SBD pada Agustus 2013 lalu.

Kodi Mete yang menjadi calon bupati SBD untuk periode kedua bersama pasangannya, Drs. Daud Lende Umbu Moto (KONco OLE ATE), menggugat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) SBD karena menetapkan pasangan Markus Dairo Talu, SH-Drs. Dara Tanggu Kaha (paket MDT-DT) sebagai pemenang Pilkada SBD. Padahal, perolehan suara MDT-DT terbanyak merupakan hasil penggelembungan yang dilakukan oleh PPK Wewewa Tengah dan Wewewa Barat.

Sewaktu masa persidangan, MK meminta polisi membawa kotak suara yang sebelumnya sudah disita. Permintaan itu dituruti. Namun ketika 144 kotak suara tiba di MK, majelis hakim yang diketuai Akil Mocthar menolak membuka kota suara dengan alasan terlambat tiba.

Pada tanggal 29 Agustus 2013, majelis hakim MK memutuskan menolak semua permohonan KONco OLE ATE. Putusan MK menguatkan keputusan KPUD SBD.

"Saya sebagai orang yang pernah berurusan dengan MK menghormati keputusan MK itu. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, sebelum beliau (Akil Mocthar) ditangkap, saya jadi tidak percaya, karena ada data baru hasil penghitungan ulang yang dilakukan Polres Sumba Barat, di mana paket KONco OLE ATE yang menang. Terjadi penggelembungan suara MDT-DT. Sungguh disayangkan MK memenangkan termohon (KPUD SBD)," kata Kodi Mete.

Ia menyayangkan, formulir C1 KWK serta kotak suara yang dibawa dengan susah payah ke MK diabaikan begitu saja oleh majelis hakim. MK memutuskan sengketa dengan serta merta dan tidak melihat kebenaran substansial.

"Saya sungguh menyayangkan pejabat negara yang menghancurkan demokrasi. Pejabat negara membawa rakyat ke jurang," kata Kodi Mete.

Ia berharap kasus suap terkait sengketa Pemilukada Kabupaten Gunung Mas dan Banten sebagai pintu masuk bagi KPK untuk mengusut kasus-kasus lainnya, seperti Pemilukada SBD.

"Saya pikir menjadi pintu masuk ke kasus lainnya. KPK harus mengusutnya. Sidang di MK itu kan terbuka, publik mengikutinya. Jadi, kalau putusannya begitu menyimpang, publik bertanya ada apa?," ujar Kodi Mete.

Menurut dia, kewenangan MK yang besar akan menumbukan praktik-praktik tidak sehat. "Hakim MK bersembunyi di balik final dan mengikat. Dengan kasus tangkap tangan seperti ini, masih layakkah final dan mengikat itu?" tanya Kodi Mete.

Ia mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. KPK maju terus membela rakyat demi tegaknya hukum dan demokrasi.

Berkaitan dengan tertangkapnya Ketua MK, Kodi Mete meminta agar MK merevisi keputusannya mengenai sengketa hasil Pilkada SBD. "Keputusan MK harus dilihat ulang. Ini demi tegaknya hukum dan demokrasi," katanya.

Mengenai langkah KONco OLE ATE selanjutnya, Kodi Mete mengatakan, KONco OLE ATE terus mengawal proses yang sudah terjadi. Setelah KPUD SBD merevisi keputusannya dan menyerahkan kepada DPRD untuk diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur NTT, KONco OLE ATE terus mengawal supaya tidak ada penyimpangan lagi.

Baca Juga:

Ada Pekerjaan Peninggian Jembatan, Jalan Lebak Bulus 3 Ditutup

Rieke -Khofifah Curhat di Kantor Tribunnews

Ratu Atut Ratu Atut Chosiyah Sudah Empat Hari Tidak Enak Badan

Sehari Dua ABG Pekanbaru Dicabuli Pacarnya Sendiri

Bocah Ini Pelajari Modus Curanmor dari Youtube

video ramadan

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft